Senin, 29 April 2013

Penentuan Harga Jual dalam Cost-type Contract (Cost-type Contract Pricing)


Cost-type Contract adalah kontrak pembuatan produk atau jasa yang pihak pembeli setuju untuk membeli produk atau jasa pada harga yang didasarkan pada total biaya yang sesungguhnya dikeluarkan oleh produsen dengan laba yang dihitung sebesar persentase tertentu dari total biaya sesungguhnya tersebut. Jika dalam keadaan normal, harga jual produk atau jasa yang akan dijual di masa yang akan dating ditentukan dengan metode cost-plus pricing, berdasarkan taksiran biaya penuh sebagai dasar, dalam cost-type contract harga jual yang dibebankan kepada konsumen dihitung berdasarkan biaya penuh sesungguhnya yang telah dikeluarkan untuk memproduksi dan memasarkan produk.

Rabu, 06 Maret 2013

Full Costing



Akuntansi biaya penuh digunakan dalam perusahaan yang menghasilkan produk secara pesanan (Job Order) untuk menentukan Harga pokok dan Harga Jual dari produk yang dihasilkannya, yang dikenal dengan Metode harga Pokok Pesanan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
-Pengumpulan biaya produksi didasarkan atas pesanan.
- Perhitungan harga pokok produksi persatuan dilakukan dengan cara membagi total biaya yang dikeluarkan dengan jumlah unit pesanan yang bersangkutan, yang dihitung setelah pesanan tersebut selesai diproduksi.
- Penggolongan biaya produksi harus dipisahkan menjadi biaya produksi langsung dan tidak langsung.

Rabu, 27 Februari 2013

AKUNTANSI DIFERENSIAL



A.      Pengertian Informasi Akuntansi Diferensial
Salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan. Dalam perencanaan, mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan yang menyangkut pemilihan berbagai macam alternatif. Untuk membantu manajemen dalam menentukan alternatif mana yang harus dipilih maka diperlukan suatu informasi Akuntansi yang disebut Informasi Akuntansi Diferensial. Berikut ini adalah beberapa definisi dari informasi akuntansi diferensial:

variable costing



A.     Pengertian Variable Costing
Menurut Mulyadi ( 2004 : 31 ) : merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya membebankan biaya-biaya produksi variabel saja kedalam harga pokok produksi. Menurut Ray H. Garrison ( 2000 : 76 ) memberikan definisi variabel costing adalah : biaya yang berubah secara totalitas menurut perbandingan yang searah dengan perubahan tingkat aktifitasnya.

sumber : http://id.shvoong.com/business-management/2278699-pengertian-varibel-costing/#ixzz2M3zMpagc
 
Penentuan harga pokok variabel (variable costing) adalah suatu konsep penentuan harga pokok yang hanya memasukkan  biaya produksi variabel sebagai elemen harga pokok produk. Biaya produksi tetap dianggap sebagai biaya periode atau atau biaya waktu (period cost) yang langsung dibebankan kepada laba-rugi periode terjadinya dan tidak diperlakukan sebagai biaya produksi.

B.      Tujuan Penentuan  Harga Pokok Variabel (Variable Costing)

Penentuan harga pokok variabel ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam memperoleh informasi yang berorientasi  pada pengambilan keputusan jangka pendek, yaitu:
1.      Membantu manajemen untuk mengetahui batas kontribusi (contribution margin) yang sangat berguna untuk perencanaan laba melalui analisa hubungan biaya-volume-laba (cost-profit-volume)  dan untuk pengambilan keputusan (decision making) yang berhubungan dengan kebijaksanaan manajemen jangka pendek.
2.      Memudahkan manajemen dalam mengendalikan kondisi-kondisi operasional yang sedang berjalan serta menetapkan penilaian dan pertanggungjawaban kepada departemen atau divisi tertentu dalam perusahaan.

Jika dihubungkan dengan pihak-pihak yang memakai laporan biaya, maka variabel costing bertujuan sebagai berikut :
1.      Untuk pihak internal, variabel costing digunakan untuk tujuan-tujuan:
a.      Perencanaan laba
b.      Penentuan harga jual produk
c.       Pengambilan keputusan oleh manajemen
d.      Pengendalian biaya
2.      Untuk pihak eksternal
Meskipun tujuan utamanya untuk pihak internal, konsep variabel costing dapat pula digunakan oleh pihak eksternal untuk tujuan:
a.      Penentuan harga pokok persediaan
b.      Penentuan laba
Tujuan eksternal tersebut hanya dapat dicapai apabila laporan yang disusun atas dasar variabel costing disesuaikan dengan teknik-teknik tertentu, menjadi laporan yang disusun atas dasar konsep harga pokok penuh (full costing), sebab konsep variabel costing tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Sumber : http://akbarsembilan.blogspot.com/2012/05/pengertian-variabel-costing.html

Rabu, 20 Februari 2013

PERBEDAAN AKUNTANSI KEUANGAN dan AKUTANSI MANAJEMEN

Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah.
Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.
Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen
Persamaan akutansi keuangan dengan akuntasi manajemen yaitu :